Kenapa Sih Ditanya Terus? Padahal Kan Sudah Daftar!
Pernahkah kalian datang ke rumah sakit ketika akan diperiksa maupun diserahkan obat masih diminta menyebutkan nama lengkap dan tanggal lahir? Padahal ketika pertama kali datang, kita sudah registrasi ke bagian pendaftaran dan menyertakan nama serta tanggal lahir. Tetapi, masih saja ditanya-tanya, lalu gunanya daftar untuk apa?
Antara Ribuan Data dan Risiko Tertukar
Hal pertama yang harus kita mengerti adalah bahwa dalam satu hari hampir lebih dari seratus atau seribu orang yang mengunjungi rumah sakit untuk berbagai macam keperluan. Dari konsultasi kesehatan, pengobatan sampai tindakan pembedahan. Data dari masing-masing pasien berbaur dalam server di sistem rumah sakit yang selanjutnya akan terkelola menjadi sebuah informasi berupa; diagnosa, rencana pengobatan, terapi, dll. Setiap orang akan memiliki datanya sendiri, tentunya setiap data akan berbeda satu sama lain. Bayangkan, apa yang akan terjadi apabila data tersebut tertukar. Yap, tentunya akan sangat berbahaya bagi pasien dan bagi para petugas kesehatan.
Standar Akreditasi: Sederhana Namun Menyelamatkan
Fasilitas pelayanan kesehatan bersama para praktisi di dalamnya, menyadari resiko tersebut. Sehingga, kementerian kesehatan bersama para lembaga akreditasi rumah sakit telah menyusun sebuah sistem supaya pasien yang berkunjung, senantiasa aman sejak pertama kali masuk rumah sakit hingga selesai pengobatan dan pasien pulang.
Sistem tersebut sebetulnya sederhana, yaitu dengan meminta pasien maupun penanggung jawab untuk menyebutkan nama lengkap dan tanggal lahir milik pasien. Jawaban pasien akan dicocokkan pada berkas rekam medis atau elektronik medical record jika rumah sakit telah menggunakan SIMRS.
Lalu, gimana jika pasien dalam kondisi tidak sadar?
Jika berada dalam kondisi tersebut, maka para nakes akan melakukan identifikasi dengan mencocokkan data pasien pada gelang identitas dengan berkas rekam medis maupun elektronik medical record.
Tahukah Kamu?
Berdasarkan standar keselamatan pasien, tenaga kesehatan dilarang menggunakan nomor kamar atau lokasi tempat tidur sebagai identitas pasien. Mengapa? Karena pasien bisa berpindah kamar, namun Nama dan Tanggal Lahir akan selalu melekat pada diri Anda.
Belajar dari Hospital Playlist: Saat Identitas Menjadi Taruhan
Masalah identitas memang tampak sederhana. Prosedurnya hanya berupa tanya jawab, “Sebutkan nama lengkap dan tanggal lahirnya ya, Pak/Bu?” seperti orang sedang berkenalan.
Tapi, jika tidak benar maka resiko yang akan terjadi adalah:
- Salah pasien
- Salah diagnosa pasien
- Salah pengobatan
- Salah tindakan
Itulah mengapa keterbukaan dan kesesuaian terhadap identitas sejak awal menjadi begitu penting di rumah sakit. Dan, pelaksanaan proses identifikasi pasien menjadi hal yang wajib dilakukan oleh para nakes.
Contoh sederhananya begini, kalau kamu nonton drama korea berjudul Hospital Playlist, ada adegan dimana seorang dokter menyampaikan jika sel kanker dalam diri Lee Ik Sun telah menyebar, padahal Lee Ik Sun datang bukan karena keluhan tersebut. Setelah dokter yang lebih senior memeriksa data pasien, dia tersadar bahwa usia pasien dengan klinis pasien tidak sesuai. Yap, dokter tersebut salah dalam melakukan identifikasi. Dia hanya menanyakan nama tapi tidak dengan tanggal lahir.
Di dunia drama aja tampak seram ya kalau data tertukar, bisa dibayangkan bagaimana kacaunya andai hal tersebut terjadi di dunia nyata?
Bukan Sekadar Tanya Jawab, Tapi Indikator Mutu
Dunia kesehatan menganggap serius pelaksanaan ketepatan identifikasi pasien. Hal ini biasa disebut sebagai ‘patient safety’ yang menjadi prioritas setiap fasilitas kesehatan. Saking seriusnya, kementerian kesehatan sampai menyusun indikator mutu nasional yang berlaku bagi seluruh fasilitas kesehatan di Indonesia, termasuk rumah sakit. Indikator tersebut, tidak sebatas pajangan saja, namun juga dipantau rutin setiap bulan. Salah satu indikator dari 13 indikator mutu nasional adalah mengenai ketepatan identifikasi pasien. Pelaksanaan monitoring indikator mutu nasional juga menjadi salah satu syarat bagi rumah sakit untuk dapat mendaftarkan diri dalam proses akreditasi.
Kesimpulan: Senyum dan Sebutkan Nama demi Keamanan Kita
Maka, jika kamu datang ke rumah sakit dan petugas meminta nama lengkap dan tanggal lahir pasien, sebagai pasien maupun penanggung jawab pasien, kita seharusnya lega. Sebab, kita mengetahui jika mereka sedang berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang tepat, sesuai dan menjaga keamanan pasien.
Jadi, jangan bosan ya kalau ditanya nama dan tanggal lahir. Yuk, bantu nakes menjaga keamanan kita!

Komentar
Posting Komentar
Hallo, terima kasih sudah berkunjung ke blog bynuruluga.blogspot.com
Tinggalkan komentar terbaikmu di postingan yang kamu baca, supaya aku bisa balas berkunjung.
Terima kasih!