Memulai postingan ini dengan ucapan, minal aidin wal faidzin, teman-teman. Terima kasih untuk yang telah mampir ke blog ini. Senang melihat ‘arena bermain’ saya perlahan mulai mendapat kunjungan. Dan, mohon maaf untuk tidak banyak pembaharuan di sepanjang ramadhan kemarin. Kehidupan di real-life benar-benar menyala pokoknya, hahaha.
Sore ini, kabupaten bogor sedang diguyur hujan lebat. Padahal, ingin sekali pergi jalan-jalan bersama suami dan anak untuk menghabiskan sore di luar. Namun, keluar dikala hujan cukup repot juga ya di situasi saat ini. Jadi, mari kita nikmati sambil minum kopi dan bercerita di sini.
Cerita Sebelum Ramadhan: Munggahan
Mari kita kembali ke hari-hari sebelum ramadhan tiba. Tradisi di Indonesia menjelang hari pertama puasa, biasanya kita akan berkumpul dengan keluarga, teman dan orang-orang yang kita sayang untuk makan bersama. Lazimnya, disebut bancakan atau munggahan. Menurut saya, kegiatan ini paling susah untuk mengumpulkan keluarga. Sebab, masing-masing orang sudah punya kegiatan atau rencana sendiri.
Ini yang kami alami.
Padahal saya dan suami, tinggal cukup dekat dengan Ibu dan adik-adik saya. Tapi ya gitu, ketika saya, adik dan ibu bisa, suami ternyata beda shift. Atau saat suami luang, kami yang sulit. Akhirnya, kami bisa pergi lengkap di tanggal 15 Feb 2026. Padahal suami sebenarnya agak oleng karena baru turun dinas malam, ngantuk tapi ditahan-tahan, hahaha.
Baca Juga:
- Jajanan Khusus Ibu: Hal Sederhana untuk Tetap Memiliki ‘Aku’
- Girl Group You Need to Know From ASEAN
- You Need to Watch This: Aesthetic, Cinematic & Silent Daily Vlogs (ASEAN Edition
Pilihan Tempat: Omah Yung Ginah
Adik pertama saya menjadi penentu lokasi. Katanya, ada tempat makan ala-ala Jawa Tengah - Yogyakarta, yang punya area bermain buat anak. Maklum, selain ada lima orang dewasa, kami juga pergi bersama duo bocil yang lagi aktif-aktifnya. Makanya, tempat makan yang family friendly menjadi kriteria utama buat kami belakangan ini. Pun, letaknya tidak terlalu jauh dari tempat tinggal dan bebas macet.
Betul, nama rumah makan yang kami tuju adalah Omah Yung Ginah. Letaknya bisa dibilang tidak terlalu jauh dari kawasan BSD. Mengutip bahasa para agen perumahan, Omah Yung Ginah berada di belakang area BSD atau selangkah dari BSD, hehehe.
Sistem Makan & Pilihan Menu
Pertama kali mobil kami memasuki area parkir, saya cukup terkejut melihat sepintas ke panjangnya antrian di dalam. Wah, bisa lama nih order makannya, pikir saya saat itu. Ternyata, setelah diperhatikan, Omah Yung Ginah punya sistem prasmanan untuk mengambil makanan yang ingin kita nikmati.
Di bagian dalam, ada dua area ruang makan dengan ‘dapur’ berbeda, yaitu:
- Area khusus untuk gudeg
- Area khusus masakan khas Jawa Tengah - Yogyakarta lainnya.
Pilihan menunya cukup beragam:
- Jangan Lombok
- Mangut Lele
- Sayur Lodeh
- Telur Dadar Krispi dan masih banyak lagi.
Tidak hanya makanan pokok, Omah Yung Ginah juga menyediakan aneka lauk pendamping dan camilan:
Strategi Makan ala Orang Tua
Pada saat kami tiba, kebetulan anak pertama saya baru saja tertidur. Jadi, orang tua dan adik saya lebih dulu antri, sementara saya dan suami berbagi tugas. Kita sepakat, bahwa lebih dulu antri dan ambil makanan bersama anak kedua, sambil suami menemani anak pertama yang masih tertidur pulas.
![]() |
| Yakin, bisa nolak? |
Giliran Suami: Anti Gudeg Club
![]() |
| Semangat ngantri |
Setelah saya selesai memilih makanan, kali ini giliran suami. Dia memilih ke area yang berbeda dengan saya. Antrian panjang tidak membuatnya gentar, karena pada dasarnya lidah sumateranya belum berteman dengan rasa Gudeg yang cukup manis, hehehe.
Cukup lama waktu itu dan agak panas juga, keringat kami lumayan mengucur ketika tiba di depan meja penuh aneka ragam panganan. Wah, banyak sekali pilihannya. Mendadak semangat saya buat ambil makanan muncul kembali. Pengen ini, pengen itu, pengen semua. Seolah lupa kalau makanan yang baru diambil sama sekali belum tersentuh, hehehe.
Menu pilihan suami adalah Jangan Lombok, Telur Dadar Krispi, ada beberapa lauk lainnya tapi saya agak lupa, hehehe. Minumnya nih yang menurut saya agak spesial. Omah Yung Ginah menyediakan Sarsaparilla yang sudah cukup langkah keberadaannya.
![]() |
| Lama banget gak lihat dia! |
Rasa Makanan
Enak adalah kata yang tepat untuk menggambarkan seluruh rasa makanan di Omah Yung Ginah. Cukup otentik dengan ambience bangunan khas perkampungan di Jawa Tengah - Yogyakarta, jadi berasa ada di rumah nenek atau berasa lagi mudik.
Rasa manis yang biasanya cukup kencang di masakan khas Jawa Tengah - Yogyakarta, diolah pada level cukup oleh tim Omah Yung Ginah. Sehingga tidak membuat kaget bagi orang non Jawa Tengah - Yogyakarta yang baru pertama kali coba. Inilah kenapa suami saya lumayan cocok sama masakan di sana dan tertarik pada Jangan Lombok.
Fasilitas & Area Bermain
Saya sempat berprasangka buruk waktu melihat penuhnya parkiran di resto Omah Yung Ginah. Kirain, tempatnya bakal sempit dan kami susah dapat meja. Tapi, ternyata bagian dalamnya luas. Selain area makan di bangunan Joglo, Omah Yung Ginah juga punya halaman belakang yang luas banget.
Di sana, masih ada tempat makan berupa saung maupun ala meja-meja biasa gitu. Di bagian tengah, terdapat sebuah area lapangan luas yang bisa dipakai buat narsis sepuasnya. Buat saya yang bawa anak, lapangan tersebut sudah pasti diincar buat mereka lari-larian. Lumayan capek ngejarnya, tapi itung-itung bakar kalori setelah makan, hahaha. Oia, mereka juga punya kandang yang diisi beberapa hewan.
Saya agak lupa ada apa saja, tapi yang paling saya ingat adalah burung merak. Mereka agak berisik ya, hihihi. Anak pertama saya yang baru bangun tidur diajak ke situ cukup kaget dan minta balik badan. Mungkin dia kira, Burung Meraknya marah, wkwkkw.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, menurutku Omah Yung Ginah bisa menjadi tujuan wisata kuliner yang wajib kalian datangi untuk mencoba masakan khas Jawa Tengah - Yogyakarta. Terutama kalau kalian butuh tempat makan yang family dan kids friendly, pas banget sih kesini.
Lokasinya dimana?
Alamat lengkap Omah Yung Ginah adalah di Jl. Masjid Cidodol, Suradita, Kec. Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten 15343. Tempatnya agak masuk ke dalam gang menuju ke Perumahan, tapi tenang saja cukup buat lalu lalang mobil kok.








Senangnyaaaa...akhirnyaaa ada cerita baru yang tergores disini 🤩🤩
BalasHapusSemoga konsisten selalu ya mba..jadi kita bisa rajin berkunjung juga kesini 😉
Btw tempatnya luas banget ya mbaa..cocok ini kalo ajak keluarga besar..ajak anak2 pun oke karena ada taman yg luasss buat lari2an dan ada bbrp binatang juga..
Suasana dan maknannya benar2 ala jogja solo deh ini..klo kangen masakan jawa tinggal melipir kesini 😊